View
Ditulis dalam Peta - Peta
TV online
ngirim attachment Kapasitas Besar
Ingin Mengirimkan email dengan Attachment berkapasitas Besar
Kungjungi aja link di bawah ini
Ditulis dalam Link Penting
Peta Pola Pemanfaatan Ruang Kabupaten Sukabumi
Ditulis dalam Peta - Peta
7 Cakra Avatar
Dalam tahapan menguasai kebesaran Avatar, kamu harus membuka semua cakra. Cakra adalah kolam-kolam energi yang terkumpul di dalam tubuh. Kolam-kolam energi tersebut memiliki penghalang yang harus kamu buka agar dapat mengalir.
Ada tujuh cakra energi dalam tubuh kita dan setiap energi memiliki tujuan tersendiri dan dapat terbendung oleh sifat emosional tertentu. Untuk mencapai kebesaran Avatar, semua pembendung itu harus dibuka.
Inilah tujuh cakra tersebut:
1. Cakra Bumi. Terletak di dasar tulang belakang. Dia disebabkan oleh kepercayaan. Terbendung oleh perasaan takut.
2. Cakra Air. Cakra ini dibebaskan oleh tekanan dan dibendung oleh Cemooh. Kenyataan yang telah membuatmu menyalahkan dirimu telah terjadi. Tapi jangan membiarkannya menampar dan meracuni energimu. Jika kamu bisa berpikir positif, kamu akan bisa memaafkan dirimu sendiri.
3. Cakra Api. Terletak pada lambung. Cakra ini adalah bagian dari perasaan. Terbendung oleh rasa malu. Apa yang membuatmu merasa malu? Apa kekecewaan di dalam jiwamu?
4. Cakra keempat terletak di hati. Dia berurusan dengan cinta. Terbendung oleh duka cita. Lepaskan semua duka citamu. Kamu mungkin sangat kehilangan. Tapi cinta adalah energi yang sangat penting. Cinta yang berakhir bagimu, bukan berarti akhir dari energi ini. Dia masih tetap ada di dalam hatimu dan tumbuh kembali menjadi cinta baru. Biarkan kesedihan mengalir keluar.
5. Cakra Suara. Terletak pada tenggorokan. Dia berurusan dengan kebenaran. Terbendung oleh kebohongan.
6. Cakra Cahaya. Terletak di tengah-tengah dahi. Dia berurusan dengan batin. Terbendung oleh ilusi. Ilusi terhebat pada tingkat ini adalah ilusi dari perpecahan. Merasa sesuatu itu terpisah, namun sebenarnya adalah satu kesatuan. Bahkan keempat elemen yang terpisah (air, bumi, api, dan angin) adalah ilusi. Elemen tersebut adalah satu kesatuan.
7. Cakra ketujuh adalah cakra terakhir. Jika cakra ini terbuka, kamu akan keluar menuju kebesaran Avatar dengan nyata. Dan saat berada di kebesaran Avatar, kamu bisa sepenuhnya mengendalikan semua tindakanmu.
Cakra ini terletak di atas kepala. Dia berurusan dengan energi kosmis. Terbendung oleh hal duniawi. Cara melepaskannya adalah mengacu pada air. Biarkan semuanya tersimpan, biarkan ia mengalir ke sungai, dan… lupakan.
Ditulis dalam Cerita
Pulang
“Kau yang pulang
Adalah kau yang mengerti kerinduanku
Namun,…
Bagaimanakah aku pulang
Aku telah menggulung kenangan akan ibu
Dan rumah masa lalu
Seperti menggulung geribik bekas menjemur padi tadi siang
Di sore hari,
Dalam kesenyapan dan kekelaman gudang belakang
Sebab…
Sungguh sedih menatap tubuh ringkih
Dan mata yang mengobarkan duka lara
Pohon-pohon cengkih yang dibakar
(telah silam kuhirup harum cengkih
yang dipetik dan disiram keringat letih)
Sebab…
Nasib sekesat getah manggis muda
Yang kutemukan pada tirus wajah bapa
(pipi hitamnya secekung daun kedongdong
Pandangnya kehilangan keriangan daun-daun kestuba)
Setelah sirna kebun dan lumpur sawah
Dan semangat kerja menetesi setiap bulir gabah
Adikku menapi hari-hari pilu
Seolah memisah beras dari pasir dan batu
(aku gamang
Tak mengerti lagi arti pulang)
Mati
Jika aku mati
Apakah kau
Akan mengawetkanku
Dalam puisi
Ditulis dalam Cerita
Penulis Indonesia
Ditulis dalam Penulis Indonesia
Begini (Mungkin) Tip Agar Mampu Bertahan di Luar
Samuel Mulia – Kilas Parodi-Kompas Minggu 11 Mei 2008
1. Saya seringkali lupa bahwa, ketika hadir di dunia, kondisi susah dan senang, pahit dan manis, hujan dan kering kerontang ada dalam satu paket.
2. Saya seringkali tak mau menerima kalau kondisi paketnya seperti pada butir satu.
3. Saya mencoba sekarang hidup sejujur mungkin. Saya harus menerima keadaan saya. Dan saya harus berani dengan tegas kalau teman saya mengajak liburan numpak kapal mabur di kelas bisnis, sementara kondisi keuangan saya hanya bisa mendudukan saya di kelas ekonomi, ya…. Saya hanya mengatakan apa adanya. Jadi saya tak lagi mau mendendangkan kalimat klise setelah bepergian: back to reality. Kata back to menyatakan seolah saya datang dari dunia yang tidak nyata, kembali ke keadaan nyata. Jadi, seolah-olah acara bepergian itu hal yang mirip seperti seorang manusia tengah dalam pengaruh narkoba.
Dengan kejujuran, liburan saya bukan penipuan pada diri sendiri. Liburan saya adalah realitas, dengan perhitungan nyata. Sesudah liburan pun adalah realitas. Saya bukan kembali pada kenyataan. Itu yang membuat saya nyaman dalam kondisi apapun.
4. Saya jarang mau menempatkan Sang Khalik di tempat utama. Buktinya, saya menulis pada butir ke empat, tidak yang pertama, seperti sila pertama Pancasila. Jadi, negeri ini saja mengakui Tuhan patut ditempatkan pada urutan pertama. Dulu saya berfikir, sang khalik dikunjungisatu minggu sekali saja sudah cukup, di luar waktu itu saya menggunakan kekuatan saya sendiri. Setelah mengalami peristiwa sok tahu dan sok kuat, saya berfikir seharusnya saya menempatkan Dia yang pertama dan menjadikan Dia teman sekerja dan tidak memisahkan Dia dari aktivita saya setiap hari. Jadi, saya tak perlu narkoba ketika tak ada paduan suara, tak ada pengkhotbah yang menyemangati, ataupun tak ada ruang berpendingin.
Ditulis dalam Tips Hidup Cenah
Pengembara
Aku lahir dari hari yang telah kuukir. Menjalani batas jiwa mengarungi samudera nyata, gelombang ingin tak lagi ku kenal, apalagi hasrat, telah pergi di makan hari. Aku adalah pengembara kelana nyata yang meleburkan jiwa dalam makna. Sebenarnya, Realitas kemungkinan yang tak terbatas ini memberiku rasa akan harapan, dan rasa akan harapan itu membawa rasa percaya, dimana rasa perjuangan pernah berkuasa.
Ditulis dalam Cerita






Komentar Terakhir