View
Ditulis dalam Peta - Peta
Chana
www.chanaklimaks.wordpress.com
Ditulis dalam Penulis Indonesia
ngirim attachment Kapasitas Besar
Ingin Mengirimkan email dengan Attachment berkapasitas Besar
Kungjungi aja link di bawah ini
Ditulis dalam Link Penting
Peta Pola Pemanfaatan Ruang Kabupaten Sukabumi
Ditulis dalam Peta - Peta
7 Cakra Avatar
Dalam tahapan menguasai kebesaran Avatar, kamu harus membuka semua cakra. Cakra adalah kolam-kolam energi yang terkumpul di dalam tubuh. Kolam-kolam energi tersebut memiliki penghalang yang harus kamu buka agar dapat mengalir.
Ada tujuh cakra energi dalam tubuh kita dan setiap energi memiliki tujuan tersendiri dan dapat terbendung oleh sifat emosional tertentu. Untuk mencapai kebesaran Avatar, semua pembendung itu harus dibuka.
Inilah tujuh cakra tersebut:
1. Cakra Bumi. Terletak di dasar tulang belakang. Dia disebabkan oleh kepercayaan. Terbendung oleh perasaan takut.
2. Cakra Air. Cakra ini dibebaskan oleh tekanan dan dibendung oleh Cemooh. Kenyataan yang telah membuatmu menyalahkan dirimu telah terjadi. Tapi jangan membiarkannya menampar dan meracuni energimu. Jika kamu bisa berpikir positif, kamu akan bisa memaafkan dirimu sendiri.
3. Cakra Api. Terletak pada lambung. Cakra ini adalah bagian dari perasaan. Terbendung oleh rasa malu. Apa yang membuatmu merasa malu? Apa kekecewaan di dalam jiwamu?
4. Cakra keempat terletak di hati. Dia berurusan dengan cinta. Terbendung oleh duka cita. Lepaskan semua duka citamu. Kamu mungkin sangat kehilangan. Tapi cinta adalah energi yang sangat penting. Cinta yang berakhir bagimu, bukan berarti akhir dari energi ini. Dia masih tetap ada di dalam hatimu dan tumbuh kembali menjadi cinta baru. Biarkan kesedihan mengalir keluar.
5. Cakra Suara. Terletak pada tenggorokan. Dia berurusan dengan kebenaran. Terbendung oleh kebohongan.
6. Cakra Cahaya. Terletak di tengah-tengah dahi. Dia berurusan dengan batin. Terbendung oleh ilusi. Ilusi terhebat pada tingkat ini adalah ilusi dari perpecahan. Merasa sesuatu itu terpisah, namun sebenarnya adalah satu kesatuan. Bahkan keempat elemen yang terpisah (air, bumi, api, dan angin) adalah ilusi. Elemen tersebut adalah satu kesatuan.
7. Cakra ketujuh adalah cakra terakhir. Jika cakra ini terbuka, kamu akan keluar menuju kebesaran Avatar dengan nyata. Dan saat berada di kebesaran Avatar, kamu bisa sepenuhnya mengendalikan semua tindakanmu.
Cakra ini terletak di atas kepala. Dia berurusan dengan energi kosmis. Terbendung oleh hal duniawi. Cara melepaskannya adalah mengacu pada air. Biarkan semuanya tersimpan, biarkan ia mengalir ke sungai, dan… lupakan.
Ditulis dalam Cerita
Pulang
“Kau yang pulang
Adalah kau yang mengerti kerinduanku
Namun,…
Bagaimanakah aku pulang
Aku telah menggulung kenangan akan ibu
Dan rumah masa lalu
Seperti menggulung geribik bekas menjemur padi tadi siang
Di sore hari,
Dalam kesenyapan dan kekelaman gudang belakang
Sebab…
Sungguh sedih menatap tubuh ringkih
Dan mata yang mengobarkan duka lara
Pohon-pohon cengkih yang dibakar
(telah silam kuhirup harum cengkih
yang dipetik dan disiram keringat letih)
Sebab…
Nasib sekesat getah manggis muda
Yang kutemukan pada tirus wajah bapa
(pipi hitamnya secekung daun kedongdong
Pandangnya kehilangan keriangan daun-daun kestuba)
Setelah sirna kebun dan lumpur sawah
Dan semangat kerja menetesi setiap bulir gabah
Adikku menapi hari-hari pilu
Seolah memisah beras dari pasir dan batu
(aku gamang
Tak mengerti lagi arti pulang)
Mati
Jika aku mati
Apakah kau
Akan mengawetkanku
Dalam puisi
Ditulis dalam Cerita
Penulis Indonesia
Ditulis dalam Penulis Indonesia
MADESU
Itulah singkatan dari masa depan suram. Masalah madesu itulah yang menggelitik sikap positif saya, sikap yang telah lama terpupuk dari cerama-ceramah kebijakan, buku-buku kehidupan dan kenyataan yang mungkin membuat diri tidak merasa tertantang. “Mas, aku takut tentang masa depan. Kok tiba-tiba saja perasaan itu datang. Kok semuanya sekarang menjadi begitu kacaunya.”
Waduh… Saya tak bisa menjawabnya, karena dalam keadaan berapi-api di selimuti sikap positif, pertanyaan itu malah seperti air di semprotkan petugas pemadam kebakaran di sebuah gedung yang di lalap api.
Saya membutuhkan waktu untuk merenungkan kembali apa benar demikian adanya. Apakah benar masa depan akan begitu kacaunya?. Sementara saya ini manusia yang tak pernah memikirkan masa depan. Saya hanya hidup sehari untuk sehari. Kejadian yang sehari ya dilakoni sehari itu juga. Mau rencana saya gagal kek, mau berhasil seperti yang saya harapkan kek, ya saya diam saja, saya jalani saja.
Minggu lalu saya bertemu dengan teman saya. Ia menanyakan apa rencana saya ke depan. Kemudian ia menjawab pertanyaannya sendiri. “O ya.. aku lupa kamu enggak pernah merencanakan masa depan ya?”
Maka sebagai orang yang tak “Punya” masa depan, mendapat pertanyaan bernada frustasi semacam itu, saya jadi kelabakan sendiri. Tentu saya bukan orang yang masa bodoh. Bahwa harga minyak naik, demo kenaikan hara BBM terjadi, gempa di tanah cina merenggut nyawa demikian banyaknya, peperangan terjadi, kita senang bermusuhan, menjatuhkan, senang merekayasa hidup orang lain, tak sukia melihat orang lain sukses, maunya memonopoli, hutan dirusak, korupsi merajalela, saya tidak buta tentang itu semua.
Setelah pertemuan di sebuah gedung di ibukota negara ini, dalam pertemuan dengan sebuah perusahaan untuk membahas produk baru yang akan digunakan oleh perusahaannya saya kembali ke tempat persemayaman untuk beristirahat alias tidur. Inilah enaknya kalau kerja hanya sebagai tenaga paruh waktu. Kerja sebentar, tidur lagi. Menulis sebentar meski kadang melanggar tenggat waktu, tidur lagi. Mungkin itu mengapa saya saya tak pernah merasa masa depan saya tidak begitu mengganggu. Lha wong kerjanya Cuma sebentar kerja, kemudian tidur lama. Ya…. Tentu imbalannya juga ya… sebentar juga. Sebentar naik, lebih sering turunnya.
Pada perjalanan pulang saya kembali merenungkan apa iya masa depan itu bakal suram?. Saya kembali terhenyak lagi oleh petanyaan rekan seperjalanan saya yang tiba-tiba bicara, “Wah…. sekarang susah, proyek ga ada yang bener, pendapatan makin sulit, BBM katanya naik, bener enggak mas,. Ngeri juga ya mas..
Saya benar-benar kelabakan. Pertanyaan teman saya sebelumnya belum terjawab, sekarang datang pertanyaan kedua yang langsung harus dijawab juga tanpa da waktu untuk merenungkannya. Karena mulut saya sering cepat bicara daripada otak saya untuk berfikir, saya jawab singkat saja, ya.. emang menakutkan.
Hari itu benar-benar seperti orang linglung. Saya hanya berfikir, sepertinya Sang Kuasa sedang membangunkan saya yang selama ini Cuma mikirnya kerja dan tidur saja. Dalam waktu sekian jam saya disemprot dua masukan semacam itu. Saya malah bertanya pada diri sendiri, mungkin saatnya saya berfikir tentang madesu itu.
Maka saya mempercepat masa perenungan itu. Masa depan suram. Masa depan buat saya adalah sebuah masa yang akan datang, jadi belum datang, baru akan disambut atau dijelang kedatangannya.untuk menyambut yang belum datang, umumnya saya harus mempersiapkan segala sesuatunya. Mau peduli atau acuh… ya.. akan datang juga.
Kalau saja dari dulu saya belajar untuk mengerti manusia lain, kalau saja dari dulu saya hidup dan berfikir benar, tidak mudah iri hati, mengetahui semua orang sama da benarnya ada juga salahnya, mungkin saya tidak perlu memusuhi orang lain dalam skala kecil, ataupun berperang melawan satu negara dalam skala besar.
Seandainya saya presiden adikuasa, mau mendapatkan keuntungan dengan mengambil lahan minyak negeri orang lain, sementara di negeri sendiri sebuah lahan minyak telah tersedia di hadapan saya, saya akan dengan senang hati melakukan tindakan memoroti negeri orang lain. Nanti, kalau orang lain tidak mau diporoti, saya sebagai presiden adikuasa menjadi marah karenanya dan melakukan tindakan konyol dengan merekayasa sejuta alasan. Orang lain marah diporoti, saya enggak suka. Seandainya saya tidak seegois itu mungkin saya bisa mengurangi kemarahan saya dan orang lain dan tak perlu sampai perang.
Sebelum saya tiba di tempat persemayaman saya, untuk tidur tentunya… saya mengambil kesimpulan, masa depan itu suram karena saya yang akan menyambut masa depan itu sekarang saja sudah suram. Bahkan kalau mau jujur, saya memang berencana menyuramkan masa depan dengan melakukan kesuraman mulai sekarang. Dan sayang seribu sayang, yang melakukan madesu itu ternyata saya. Saya yang jadi biang keroknya. Sedihnya, biang keroknya itu adalah manusia yang mengaku well educated, pandai dan bermartabak… eh.. bermartabat maksudnya.
Ditulis dalam Tips Hidup Cenah
Tujuh Problem Matematika Terbesar
Reporter : Titis Widyatmoko
detikcom – Jakarta,Seorang periset Rusia, Grigori “Grisha” Perelman
disebut-sebut berhasil memecahkan, Poincare Conjecture, problema
matematika terbesar dalam sejarah pekan lalu. Masih ada enam problema
lain yang hingga sekarang potensial menguras pikiran ahli matematika
dimanapun di dunia.
Tujuh problema matematika terbesar di dunia itu bisa dilihat di situs
Clay Mathematics Institute. Lembaga yang beranggotakan ilmuwan-ilmuwan
matematika ternama di dunia itu bahkan siap memberi hadiah US$ 1 juta
setiap satu problema yang bisa dipecahkan.
Ketujuh problem matematika tersebut antara lain adalah: Teori
Yang-Mills, Hipotesis Riemann, Poincare Conjecture, Hodge Conjecture,
Swinnerton Dyer conjecture dan P vs NP yaitu penentuan apakah
nondetermunistic polymonial time juga merupakan polynomial time.
Tujuh problema matematika terbesar itu seperti yang dipresentasikan
oleh ahli matematika Jerman, David Hilbert pada Kongres Matematika
Internasional di Paris sekitar satu abad yang lalu.
Tidak ada limit waktu untuk pemberian hadiah tersebut. Menurut aturan
seperti tersebut dalam situs, bagi siapa yang merasa bisa memecahkan
tujuh problema matematika itu, harus menerbitkannya dalam jurnal
matematika. Perlu waktu selama dua tahun agar pemecahan misteri itu
selesai di-review oleh para ahli matematika independen.
Dalam situs tersebut dijelaskan ketujuh problem matematika yang harus
dipecahkan. Misalnya saja
href=3D”http://www.claymath .org/Millennium_ Prize_Problems/ Poincare_ Conjectu=
re/
“>Poincare Conjecture yang menurut kabar berhasil dituntaskan oleh
Grigori Perelman.
Poincare Conjecture ini adalah sebuah problema abstrak kelas tinggi
yang hanya akan bisa dipecahkan oleh seorang super pakar matematika.
Problem ini dimunculkan Henri Poincare pada tahun 1904. Jika benar
Perelman berhasil
membanting problema ini hingga pecah, beberapa ahli menyebut dia layak
menyandang gelar matematikawan terbesar abad ini.
Poincare Conjecture adalah masalah bagaimana memahami ruang tiga
dimensi.
Misalnya sebuah ruang yang dilewati oleh pesawat terbang yang diukur
dengan sudut utara selatan, timur barat dan atas bawah. Pertanyaannya,
apakah perhitungan untuk ruang dua dimensi juga bisa diterapkan pada
ruang tiga dimensi. Henri Poincare mempunyai keyakinan bahwa
jawabannya adalah bisa
tetapi dia tidak bisa membuktikannya secara matematika.
Masih ada enam problema lain yang belum terpecahkan hingga kini.
Peluang bagi para ahli matematika untuk menjadi milyuner. Berminat?
Source : detikcom
Ditulis dalam Teknologi
Begini (Mungkin) Tip Agar Mampu Bertahan di Luar
Samuel Mulia – Kilas Parodi-Kompas Minggu 11 Mei 2008
1. Saya seringkali lupa bahwa, ketika hadir di dunia, kondisi susah dan senang, pahit dan manis, hujan dan kering kerontang ada dalam satu paket.
2. Saya seringkali tak mau menerima kalau kondisi paketnya seperti pada butir satu.
3. Saya mencoba sekarang hidup sejujur mungkin. Saya harus menerima keadaan saya. Dan saya harus berani dengan tegas kalau teman saya mengajak liburan numpak kapal mabur di kelas bisnis, sementara kondisi keuangan saya hanya bisa mendudukan saya di kelas ekonomi, ya…. Saya hanya mengatakan apa adanya. Jadi saya tak lagi mau mendendangkan kalimat klise setelah bepergian: back to reality. Kata back to menyatakan seolah saya datang dari dunia yang tidak nyata, kembali ke keadaan nyata. Jadi, seolah-olah acara bepergian itu hal yang mirip seperti seorang manusia tengah dalam pengaruh narkoba.
Dengan kejujuran, liburan saya bukan penipuan pada diri sendiri. Liburan saya adalah realitas, dengan perhitungan nyata. Sesudah liburan pun adalah realitas. Saya bukan kembali pada kenyataan. Itu yang membuat saya nyaman dalam kondisi apapun.
4. Saya jarang mau menempatkan Sang Khalik di tempat utama. Buktinya, saya menulis pada butir ke empat, tidak yang pertama, seperti sila pertama Pancasila. Jadi, negeri ini saja mengakui Tuhan patut ditempatkan pada urutan pertama. Dulu saya berfikir, sang khalik dikunjungisatu minggu sekali saja sudah cukup, di luar waktu itu saya menggunakan kekuatan saya sendiri. Setelah mengalami peristiwa sok tahu dan sok kuat, saya berfikir seharusnya saya menempatkan Dia yang pertama dan menjadikan Dia teman sekerja dan tidak memisahkan Dia dari aktivita saya setiap hari. Jadi, saya tak perlu narkoba ketika tak ada paduan suara, tak ada pengkhotbah yang menyemangati, ataupun tak ada ruang berpendingin.
Ditulis dalam Tips Hidup Cenah
Pengembara
Aku lahir dari hari yang telah kuukir. Menjalani batas jiwa mengarungi samudera nyata, gelombang ingin tak lagi ku kenal, apalagi hasrat, telah pergi di makan hari. Aku adalah pengembara kelana nyata yang meleburkan jiwa dalam makna. Sebenarnya, Realitas kemungkinan yang tak terbatas ini memberiku rasa akan harapan, dan rasa akan harapan itu membawa rasa percaya, dimana rasa perjuangan pernah berkuasa.
Ditulis dalam Cerita


