Reporter : Titis Widyatmoko
detikcom – Jakarta,Seorang periset Rusia, Grigori “Grisha” Perelman
disebut-sebut berhasil memecahkan, Poincare Conjecture, problema
matematika terbesar dalam sejarah pekan lalu. Masih ada enam problema
lain yang hingga sekarang potensial menguras pikiran ahli matematika
dimanapun di dunia.
Tujuh problema matematika terbesar di dunia itu bisa dilihat di situs
Clay Mathematics Institute. Lembaga yang beranggotakan ilmuwan-ilmuwan
matematika ternama di dunia itu bahkan siap memberi hadiah US$ 1 juta
setiap satu problema yang bisa dipecahkan.
Ketujuh problem matematika tersebut antara lain adalah: Teori
Yang-Mills, Hipotesis Riemann, Poincare Conjecture, Hodge Conjecture,
Swinnerton Dyer conjecture dan P vs NP yaitu penentuan apakah
nondetermunistic polymonial time juga merupakan polynomial time.
Tujuh problema matematika terbesar itu seperti yang dipresentasikan
oleh ahli matematika Jerman, David Hilbert pada Kongres Matematika
Internasional di Paris sekitar satu abad yang lalu.
Tidak ada limit waktu untuk pemberian hadiah tersebut. Menurut aturan
seperti tersebut dalam situs, bagi siapa yang merasa bisa memecahkan
tujuh problema matematika itu, harus menerbitkannya dalam jurnal
matematika. Perlu waktu selama dua tahun agar pemecahan misteri itu
selesai di-review oleh para ahli matematika independen.
Dalam situs tersebut dijelaskan ketujuh problem matematika yang harus
dipecahkan. Misalnya saja
href=3D”http://www.claymath .org/Millennium_ Prize_Problems/ Poincare_ Conjectu=
re/
“>Poincare Conjecture yang menurut kabar berhasil dituntaskan oleh
Grigori Perelman.
Poincare Conjecture ini adalah sebuah problema abstrak kelas tinggi
yang hanya akan bisa dipecahkan oleh seorang super pakar matematika.
Problem ini dimunculkan Henri Poincare pada tahun 1904. Jika benar
Perelman berhasil
membanting problema ini hingga pecah, beberapa ahli menyebut dia layak
menyandang gelar matematikawan terbesar abad ini.
Poincare Conjecture adalah masalah bagaimana memahami ruang tiga
dimensi.
Misalnya sebuah ruang yang dilewati oleh pesawat terbang yang diukur
dengan sudut utara selatan, timur barat dan atas bawah. Pertanyaannya,
apakah perhitungan untuk ruang dua dimensi juga bisa diterapkan pada
ruang tiga dimensi. Henri Poincare mempunyai keyakinan bahwa
jawabannya adalah bisa
tetapi dia tidak bisa membuktikannya secara matematika.
Masih ada enam problema lain yang belum terpecahkan hingga kini.
Peluang bagi para ahli matematika untuk menjadi milyuner. Berminat?
Source : detikcom