Oleh: dodoamaludin | 5 Juni 2008

Pulang

“Kau yang pulang

Adalah kau yang mengerti kerinduanku

Namun,…

Bagaimanakah aku pulang

Aku telah menggulung kenangan akan ibu

Dan rumah masa lalu

Seperti menggulung geribik bekas menjemur padi tadi siang

Di sore hari,

Dalam kesenyapan dan kekelaman gudang belakang

Sebab…

Sungguh sedih menatap tubuh ringkih

Dan mata yang mengobarkan duka lara

Pohon-pohon cengkih yang dibakar

(telah silam kuhirup harum cengkih

yang dipetik dan disiram keringat letih)

Sebab…

Nasib sekesat getah manggis muda

Yang kutemukan pada tirus wajah bapa

(pipi hitamnya secekung daun kedongdong

Pandangnya kehilangan keriangan daun-daun kestuba)

Setelah sirna kebun dan lumpur sawah

Dan semangat kerja menetesi setiap bulir gabah

Adikku menapi hari-hari pilu

Seolah memisah beras dari pasir dan batu

(aku gamang

Tak mengerti lagi arti pulang)

Mati

Jika aku mati

Apakah kau

Akan mengawetkanku

Dalam puisi


Beri tanggapan

Your response:

Kategori